TIPS BAGAIMANA MENGATUR KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN BAIK & REKOMENDASI APLIKASI KEUANGAN

 

Saat berbisnis ada baiknya Anda tak hanya berpikir soal keuntungan atau laba. Meski Anda memiliki skala bisnis yang kecil atau besar, Anda juga harus memiliki perencanaan keuangan serta cara mengatur keuangan perusahaan dengan baik. Tentunya sistem atau aplikasi keuangan yang baik juga bisa membantu Anda memproyeksikan keuntungan bisnis yang akan Anda peroleh.

Apalagi jika Anda sedang berbisnis dengan rekan. Anda perlu memperhitungkan dengan matang mengenai cara kerja sama, biaya produksi, perputaran modal hingga pembayaran yang wajib dilakukan. Hal-hal inilah yang membuat Anda harus pintar melihat keuangan dan juga memiliki strategi tersendiri ketika mengatur keuangan perusahaan. Salah satunya mungkin dengan menggunakan aplikasi keuangaan.

Ada banyak risiko yang bisa terjadi jika Anda mengabaikan pengaturan keuangan terutama dalam hal pencatatan. Banyak perusahaan yang mengalami masalah keuangan karena modal tidak berputar atau pemasukan yang tidak seperti apa yang diharapkan. Pengaturan keuangan ini bisa menghindari perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangrkutan, sehingga dengan aplikasi keuangan yang baik, Anda dapat terhindar dari berbagai masalah di depan.

Maka dari itu, Anda bisa merekrut tim yang memang secara profesional bisa mengatur keuangan Anda, atau menggunakan aplikasi keuangan. Anda bisa menerapkan enterprise spend monitoring supaya sistem keuangan bisa berjalan baik. Seperti apa spend monitoring yang harus dilakukan untuk keuangan perusahaan yang lebih baik? Ini penjelasan selengkapnya.

Tips Mengatur Keuangan Perusahaan dengan Baik

Keuangan perusahaan yang baik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya saja dari pelaporan keuangan yang baik hingga proyeksi keuntungan yang tepat. Jika Anda ingin membuat keuangan perusahaan lebih baik, maka dari itu lakukan deretan tips berikut ini.

1. Membuat Laporan Keuangan, Salah Satunya Dengan Aplikasi Keuangan

Ketika perusahaan mendapatkan keuntungan besar maka bukan berarti ia memiliki sistem keuangan yang sehat. Anda tidak bisa menganggap kesehatan keuangan perusahaan dipandang dari keuntungan. Terdapat banyak aspek yang harus dilihat untuk menentukan apakah keuangan perusahaan sudah sehat atau tidak. Laporan keuangan semacam ini akan lebih mudah didokumentasikan dan dianalisa dengan aplikasi keuangan.

Salah satu faktor keuangan yang sehat adalah keuntungan yang diperoleh pada dasarnya harus lebih besar bila dibandingkan pengeluaran. Tentu sama saja ketika Anda mendapat untung yang banyak tapi pengeluaran juga besar. Maka pencatatan keuangan yang rapi adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Pencatatan ini dilakukan untuk melihat sekiranya mana bagian yang harus ditekan pengeluarannya. Aplikasi keuangan akan memberikan Anda dashboard analytics yang mampu memberikan gambaran holistik dan detail mengenai keuangan perusahaan Anda.

Semua divisi diharapkan bisa melakukan pengeluaran yang efektif dan efisien. Tak hanya bisa mengukur kesehatan keuangan, laporan keuangan juga punya fungsi lainnya. Salah satunya bisa menjadi dasar yang tepat untuk mengambil keputusan. Apalagi jika sedang membutuhkan keputusan untuk finansial perusahaan.

2. Melacak Semua Biaya dengan Rinci

Ada hal penting yang bisa Anda dapatkan ketika mengatur keuangan dalam bisnis. Salah satunya adalah melacak semua biaya pengeluaran serta melakukan kelola pembukuan dengan benar. Jangan sampai biaya yang dianggap kecil akhirnya dianggap enteng. Padahal, itu juga memainkan peran penting dalam keuangan perusahaan. Human error adalah salah satu faktor yang kerap menjadi masalah, tentunya dengan aplikasi keuangan yang baik ini tidak akan terjadi.

Anda sebaiknya mulai rajin menyimpan semua bukti dari pendapatan. Tak hanya itu saja, Anda juga harus mencatat apapun pengeluaran yang terjadi di dalam perusahaan. Untuk membantu melakukannya, tentu Anda bisa menggunakan berbagai software akuntansi, aplikasi keuangan, atau memanfaatkan teknologi lainnya. Anda juga bisa menyewa jasa akuntan ataupun memang membuat tim akuntan khusus yang memiliki aplikasi keuangannya sendiri.

3. Menentukan Porsi Keuangan

Porsi keuangan yang dimaksud dan diinginkan adalah  pembagian total pemasukan ke beberapa pos yang dibutuhkan. Umumnya pos yang cukup besar antara lain pembayaran gaji, pembayaran hutang hingga tentu saja biaya operasional perusahaan itu sendiri.

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika akan menentukan porsi keuangan adalah menentukan terlebih dahulu berapa besaran porsi yang akan Anda pakai dalam semua kebutuhan perusahaan Anda. Tentunya penentuan porsi keuangan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Anda harus membuat kesepakatan di awal.  Tentu ini bertujuan agar nantinya semua proses keuangan dapat berjalan secara terstruktur.

Sebagai contoh misalnya perusahaan Anda akan menerapkan pola porsi keuangan dengan angka 30:30:30. Apa maksudnya? Bisa dibilang dari angka tersebut adalah sebanyak 30% dari besaran keuangan di dalam biaya operasional untuk bulan depan digunakan untuk beberapa hal seperti listrik dan sewa gedung.

Sementara porsi sebanyak 30% akan Anda gunakan untuk menggaji karyawan. Setelah itu, sebanyak 30% sisanya bisa Anda gunakan untuk urusan pembangunan perusahaan. Cara inilah yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan keuangan perusahaan yang rapi.

4. Membuat Proyeksi Keuangan

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah membuat proyeksi keuangan. Proyeksi ini dilakukan dengan atas apa yang akan terjadi. Hal ini adalah faktor yang sangat penting dari pengaturan keuangan dalam sebuah perusahaan. Sama seperti pembuatan pos-pos keuangan. Hanya saja Anda membuatnya secara bulanan dan rutin.

Misalnya dalam kurun waktu tiga bulan, perusahaan harus mengetahui prioritas keuangan yang akan dilakukan. Mungkin saja dalam periode tertentu prioritasnya bisa berubah. Hal-hal ini juga bisa mengantisipasi adanya pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana. Memerlukan ketelitian yang luar biasa untuk melakukan proyeksi keuangan. Sehingga dengan menggunakan aplikasi keuangan, Anda akan lebih dipermudah.

Leave a Comment