Apa Saja Perbedaan yang Ada Antara Unmanaged dan Managed Switch?

Suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis tentu akan membutuhkan beberapa perangkat untuk mendukung kinerja dari perusahaan tersebut. Beberapa perangkat yang seringkali dibutuhkan adalah komputer, printer, scanner, Bluetooth, dll. Beberapa perusahaan besar yang memiliki banyak departemen dan divisi membutuhkan lebih dari satu perangkat. Selain itu, mereka juga memiliki beberapa data dan informasi yang harus dikirimkan satu sama lain. Hal ini yang membuat kebutuhan untuk proses transfer data menjadi penting. Oleh karena itu, suatu perusahaan memiliki suatu jaringan komputer yang dapat mengirimkan dan menerima data dari satu komputer ke komputer lainnya.

Jaringan komputer tersebut didukung oleh suatu alat yang bisa dengan cepat mentransfer data antar satu komputer dengan yang lainnya. Salah satunya adalah network switch. Alat yang digunakan berdasarkan OSI Model ini bisa diinstal dan digunakan di kantor maupun rumah. Fungsinya adalah mentransfer data ke layer 2 atau link layer. Network switch memiliki beberapa jenis atau tipe. Salah satunya adalah berdasarkan tipe konfigurasi yang digunakan oleh network switch yaitu unmanaged dan managed switch . Lantas, apa perbedaan diantara kedua jenis network switch tersebut? Secara umum, perbedaan antara managed dan unmanaged network switch dapat dikategorikan menjadi beberapa aspek seperti pengelolaan lalu lintas data, network redundancy, dan fitur monitoring atau kontrol.

Salah satu perbedaan yang jelas antara unmanaged dan managed switch adalah pengelolaan lalu lintas data yang ada pada kedua jenis network switch ini. Sebuah unmanaged network switch tidak menyediakan fitur dimana pengguna bisa mengelola lalu lintas data dari segi penting atau tidaknya data. Sehingga, setiap data yang dikirimkan atau diterima akan diberlakukan sama. Oleh karena itu, pengguna tidak bisa mengelola data yang mereka kirimkan. Sebaliknya, jika menggunakan network switch tipe managed maka pengguna bisa memilih data mana yang paling penting sehingga data tersebut bisa dikirimkan terlebih dahulu.

Perbedaan yang kedua antara unmanaged dan managed switch ada pada fitur monitoring. Pada network switch dengan tipe managed, maka pengguna bisa melihat beberapa informasi penting yang ada pada jaringan serta mengaturnya. Sebagai contoh, pengguna bisa mengatur konfigurasi IP Address yang dilakukan. Selain itu, para pengguna juga bisa memonitor transfer data yang dilakukan dengan menggunakan IP Address. Selain itu, protokol SNMP juga dicek dengan menggunakan network switch tipe managed. Sebaliknya, network switch tipe unmanaged maka pengguna tidak akan bisa menggunakan fitur monitoring tersebut. Oleh karena itu, bagi sebuah perusahaan besar yang memiliki kebutuhan untuk mengecek beberapa informasi jaringan, maka mereka bisa menggunakan network switch tipe managed. Selain itu, perbedaan antara network switch tipe unmanaged dan managed adalah network redundancy. Secara umum, network redundancy merupakan suatu rute dimana jaringan utama mengalami kegagalan sehingga proses transfer jaringan gagal. Oleh karena itu, dengan menggunakan network redundancy maka proses transfer data akan dilakukan melalui proses back up. Selain itu, ketika link yang ada pada jaringan utama putus, maka proses transfer data akan dilakukan melalui link alternatif. Sehingga, proses transfer data tetap dapat dilakukan dengan baik. Fitur network redundancy hanya ada dalam network tipe managed. Oleh karena itu, bagi pengguna yang membutuhkan suatu jaringan komputer yang stabil, maka network switch dengan tipe managed merupakan pilihan utama. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *